COM

Yang Muda Berkarya

Monday

Pemeriksaan Protein Urine Methode Hehller, Asam Asetat, Dan Asam Sulfosalicyl - darahpemuda.com


PEMERIKSAAN PROTEIN URINE



     Pemeriksaan protein urine memiliki banyak sekali metode, tetapi kali ini saya akan memberikan 3 methode pemeriksaan pada Protein Urine, yaitu :

A. Pemeriksaan methode Hehller ( asam nitrat pekat),
B. Pemeriksaan methode rebus dengan asam asetat encer
C. pemeriksaan methode asam sulfosalicyl 20%

     Sebelum melakukan pemeriksaan kamu haruslah menyiapkan alat - alatanya terlebih dahulu yaitu :

-  Tabung reaksi.
-  Penjepit tabung reaksi ( korentang).
-  Lampu spirtus atau penangas air.
-  Pipet tetes.

Dan kamu harus menyiapkan reagen yang di butuhkan seperti :

A. Asam nitrat pekat untuk methode Hehler.
B. Asam asetat 3 - 6% untuk methode rebus.
C. Asam Sulfosalicyl 20%.

Intrepretasi hasil :

A. Methode Hehller :
     tidak terbentuk cincin berwarna putih, melainkan berwarna coklat, ataupun hitam.

B. Methode Rebus :
- Negatif (-)          : Tetap jernih, tidak ada kejernihan.
- Positif 1 (+)       : Mempunyai kekeruhan ringan pada sample.
- Positif 2 (++)     : Terlihat butir - butir kekeruhan ( kadar protein 0,05 - 0,2 %).
- Positif 3 (+++)  : Terlihat kekeruhan berkeping - keping ( kadar proteinnya 0,2 - 0,5).
- Positif 4 (++++) : Terlihat kekeruhan bergumpal - gumpal atau bahkan memadat ( kadarnya lebih dari 0,5%, dan protein yang lebih dari 3% sering menimbulkan bekuan).

C. Methode asam Sulfosalicyl 20% :
     tidak terjadi kekeruhan saat di tambahkan 8 tetes asam sulfosalicyl 20%.

Cara Kerja :

A. Methode Hehller (asam nitrat pekat).

1. Masukkan urine hingga setengah tabung reaksi.
2. Miring kan tabung reaksi lalu, masukkan HNO3 kurang lebih 2 ml melalui dinding tabung.
3. Biarkan kurang lebih 1 menit.
4. Tes positif jika terjadi cincin berwarna putih pada batas kedua lapisan. Dan negatif jika tidak terjadi cincin berwarna putih melainkan berwarna hitam atau coklat.

B. Methode rebus dengan asam asetat encer.

1. Masukkan urine kedalam tabung hingga 2/3 bagian tabung.
2. Panaskan bagian atas tabung yang sudah berisi urine sampai mendidih.
3. Perhatikanlah bagian atas tabung yang sudah di panasi, apakah terjadi kekeruhan atau tidak dengan cara membandingkan lapisan urine atas dengan lapisan urine bawah.
4. Jika tidak terjadi kekeruhan pada urine tersebut, maka hasil dinyatakan negatif.
5. Apabila terjadi kekeruhan, tambahkan 3 - 5 tetes asam asetat encer. Lalu di panaskan kembali bagian atas tabung, jika kekeruhan masih ada hasil dinyatakan positif, dan jika kekeruhan hilang maka hasil dinyatakan negatif.

C.  Methode dengan asam sulfosalicyl 20%. 

1. Siapkan dua buah tabung reaksi, lalu masing masing tabunh di isi dengan urine 4 - 5 ml. Satu tabung untuk tes dan satu tabung untuk control.
2. Tabung tes di berikan 8 tetes asam sulfosalicyl 20%, lalu di di homogenkan dengan cara di kocok.
3. Bandingkan tabung tes dengan tabung control yang sudah di siapkan. Jika tabung tes tetap jernih hasil dinyatakan negatif.
4. Jika tabung tes terjadi kekeruhan saat ditambahkan asam sulfosalicyl 20% maka panaskanlah dengan labu spirtus. Jika kekeruhan kekeruhan hilang maka dinyatakan negatif, dan jika kekeruhan tetap ada maka hasil dinyatakan positif.



No comments:

Post a Comment