COM

Yang Muda Berkarya

Thursday

Panduan Hasil Membaca Lingkaran RPR - darahpemuda.com

 



PANDUAN HASIL MEMBACA LINGKARAN RPR 18 mm

Tes Kualitatif (Skrining)

 



Laporkan sebagai Reaktif



INTERPRETASI HASIL

 



Flokulasi Antigen RPR yang muncul sebagai gumpalan hitam terhadap latar belakang putih kartu menunjukkan spesimen Reaktif (R). Sedikit tapi penggumpalan pasti menunjukkan spesimen Minimally Reactive (Rm). Di Sebaliknya, spesimen Nonreaktif (N) tampak memiliki warna abu-abu yang seragam.

 


 

 

KONTROL KUALITAS

 

Pengendalian RPR dengan pola reaktivitas yang mapan harus disertakan setiap uji coba. Uji coba dapat didefinisikan sebagai jangka waktu sekitar 24 jam. Gunakan kontrol dan uji reaktif, reaktif minimal, dan non-reaktif sesuai dengan prosedur Uji Kualitatif. Remel Kontrol Cairan RPR dapat diperoleh dengan nomor referensi terpisah (REF R16307). Setiap laboratorium harus menetapkan titer titik akhir untuk kuantitatif kontrol digunakan. Jika kontrol tidak bekerja seperti yang diharapkan, hasil yang sabar tidak boleh dilaporkan. Pengujian kendali mutu harus dilakukan sesuai dengan prosedur pengendalian mutu laboratorium yang ditetapkan mengikuti pedoman dan rekomendasi federal, negara bagian, dan lokal yang berlaku badan pengatur.

 

 

BATASAN PROSEDUR

 

1. Diagnosis sifilis sebaiknya tidak didasarkan pada reaktif tunggal tes serologi. Semua informasi sejarah, temuan klinis, dan hasil laboratorium harus dipertimbangkan

 

2. Reaksi biologis salah-positif (BFP) yang terjadi dengan nontreponemal tes bisa akut atau kronis.10-13 Positif palsu akut (titer tahan lama <6 bulan) telah dikaitkan dengan hepatitis, menular mononukleosis, pneumonia virus, cacar air, campak, malaria, imunisasi antivirus, dan kehamilan. 7 Positif palsu yang kronis

 

NILAI YANG DIHARAPKAN

 

1. Penelitian telah menunjukkan bahwa uji RPR memiliki sensitivitas yang memadai dan spesifisitas dalam kaitannya dengan diagnosis klinis. 13,14


2. Titer RPR yang tinggi dapat dilihat dengan infeksi HIV-1 bersamaan. 6,9 3. Individu di daerah endemik frambusia, pinta, atau sifilis nonvenereal mungkin memiliki tes RPR positif. 5,6 Titer sisa dari infeksi ini akan, sebagai aturan umum, jadilah <1: 8.9


4. Beberapa orang dengan sifilis yang telah diobati mungkin mempertahankan level yang rendah titer reaktif seumur hidup (yaitu, tetap serofast) .6,7,9


5. Produk ini telah diuji di laboratorium kesehatan masyarakat negara bagian A.S. dan sebuah rumah sakit umum perkotaan di barat daya AS. sera Reaktif titer yang dipamerkan dari 1: 1 (tidak diencerkan) hingga 1: 1024 (pengenceran dua kali lipat). Dari 1.354 spesimen yang diuji di dua lokasi dengan total 409 spesimen reaktif: 85 pada 1: 1, 60 pada 1: 2, 38 pada 1: 4, 28 pada 1: 8, 16 pada 1:16, 16 pada 1:32, 17 pada 1:64, 2 pada 1: 128, 1 pada 1: 512, dan 1 pada 1: 1,024 sebagaimana ditentukan oleh metode referensi. Dari total, 145 di antaranya reaktif tetapi tidak diurutkan titik akhir.

 


KARAKTERISTIK KINERJA

 



Tujuh ratus sepuluh (710) sampel pasien diuji dalam duplikat buta dengan Tes Kartu RPR dan tes kartu RPR lain yang tersedia secara komersial. Hasilnya dirangkum di bawah ini. Tambahan 664 pasien berbeda sampel diuji dalam duplikat buta menggunakan RPR Card Test dan a uji Unheated Serum Reagin (USR) yang tersedia secara komersial. Hasil diringkas di bawah ini. Semua sampel reaktif dari kedua studi tersebut diuji lebih lanjut dengan tes mikro-hemaglutinasi untuk Treponema pallidum (MHA-TP) untuk menyingkirkan positif palsu biologis. Korelasi dihasilkan ketika pengujian dengan metode RPR dan MHA-TP dan USR dan MHA-TP.

 


 

 

(titer tahan> 6 bulan) telah diamati dengan jaringan ikat penyakit (mis., lupus eritematosus sistemik), kecanduan narkotika, penuaan, kusta, dan keganasan. Titer positif palsu yang sangat tinggi dapat terlihat pada pasien yang didiagnosis dengan limfoma.

 

3. Tes RPR tidak dapat digunakan untuk menguji cairan serebrospinal.7,9 4. Prozon reaksi dapat ditemukan pada spesimen dengan titer reagin yang tinggi. Prozon ditunjukkan dengan penghambatan reaktivitas lengkap atau sebagian terjadi dengan serum yang tidak diencerkan (reaktivitas maksimum diperoleh hanya dengan serum yang diencerkan) dan mungkin sangat terasa sehingga hanya pembacaan kasar saja diproduksi dalam uji kualitatif dengan reaksi kuat dalam pengenceran.


5. Nilai prediksi Uji Kartu RPR, dalam suatu populasi, menurun bila prevalensi sifilis menurun. Ketika resiko rendah populasi sedang diuji semua hasil reaktif harus dikonfirmasi dengan tes treponemal. Nilai prediksi dari Tes Kartu RPR adalah meningkat bila dikombinasikan dengan tes treponemal reaktif, seperti FTA-ABS atau MHA-TP. 5,6



 


 


Pengujian reproduksibilitas dilakukan dengan Uji Kartu RPR. Enam sampel diuji di dua lokasi berbeda, sekali sehari selama lima hari berturut-turut. Ada korelasi 100% dari hasil dalam satu pengenceran dua kali lipat setiap spesimen pada masing-masing dari lima hari yang diuji di kedua lokasi.Hasil tersebut menunjukkan kinerja dari RPR Card Test tersebutsebanding dengan tes RPR komersial lainnya, partikel karbon CDCsuspensi antigen kardiolipin, dan referensi yang diterima secara umum metode treponemal (MHA-TP).

No comments:

Post a Comment